Kutipan

Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Secara ringkas, kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber.

Kutipan terdiri dari 2 jenis, yaitu Kutipan Langsung, dan tidak langsung. Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan. Sedangkan Kutipan tidak langsung adalah pengambilan intisari pendapat dari yang kita kutip.

Contoh kutipan :

  • Kutipan Langsung
    1. Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.
    2. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “terdapat kecenderungan semakin banyak ’campur tangan’ pimpinan perusahaan samakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan” (Soebroto, 1990:23).
    3. “Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk meraih ridha Allah SWT. Dan adalah Allah Maha Penyantun terhadap hamba hamba-Nya”. (Al-Baqarah:207)
    4. Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).
    5. “Ada informasi pesan singkat yang menyesatkan. Kami akan selediki terus karena sumbernya sudah ada,” kata Kepala Bidang (KABID) HUMAS Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, di Jakarta, sabtu (6/3).

EYD Di Jaman Globalisasi

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Kali ini untuk tugas Bahasa Indonesia saya akan memposting tentang “EYD”.

Hidup di jaman globalisasi seperti ini, rasanya sulit untuk menulis kata dalam bahasa indonesia dengan baik dan benar. Apalagi ditambah adanya bahasa² baru yang sedang tren saat ini seperti misalnya kata serius diganti oleh kata “ciyus” dan kata² lainnya. Ya memang awalnya hanya ditujukan untuk lucu²an saja, namun semakin lama tentunya ini akan menggeser identitas masyarakat indonesia pada umumnya. Saya sendiri pun heran dan masih bertanya² sampai saat ini, dari mana asalnya kata atau bahasa itu. Ya biarlah Allah yang menyimpan jawabannya.